Cara Menghitung Keuntungan Investasi Modal dengan ROI

Menghitung potensi keuntungan investasi model ternyata bisa dengan mudah dilakukan. Untuk menghitungnya, kamu bisa menggunakan rumus ROI atau return of investment. Dengan perhitungan tersebut, kamu bisa mengetahui apakah balik modal atau tidak, juga apakah bisnismu meraup keuntungan atau tidak. Jika untung, berapa persen untungnya.

Dalam menjalani sebuah bisnis, membuat perhitungan yang matang adalah hal yang penting. Untuk itulah, di artikel ini akan kita bahas cara menghitung keuntungan investasi modal dengan ROI. Simak sampai akhir ya!

Cara Menghitung ROI

ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk presentase. Namun sebenarnya bisa dilakukan dengan bentuk lain seperti nominal uang. ROI pun biasanya dihitung dalam periode tahunan agar memudahkan. Para investor biasanya secara rutin menghitung ROI setiap tahunnya.

ROI menjadi alat ukur yang tepat untuk menentukan apakah suatu investasi sukses atau tidak. Secara umum, rumus perhitungan ROI biasanya jumlah total penjualan dikurangi biaya investasi. Kemudian hasilnya dibagi lagi dengan biaya investasi, kemudian dikali 100 persen. Dari sini kita akan dapat nilai presentasi ROI nya.

Hasil penjualan disini biasanya dihitung dari penjualan tahunan. Sebagai ilustrasi, simak penjelasan di bawah ini ya!

Sebagai contoh, investor A berinvestasi di sebuah perusahaan sebesar Rp 10 juta. Penghasilan investasi dalam setahun mencapai Rp 15 juta. Maka, perhitungan ROI nya ialah sebagai berikut:

(15.000.000 – 10.000.000) / 10.000.000 x 100% = 0.5 x 100% = 50%.

Contoh kedua. Seorang investor B mengeluarkan biaya untuk investasi dengan nominal Rp 15 juta. Penghasilan investasi dari perusahaan yang dia tanami modal adalah Rp 13 juta per tahun. Maka nilai ROI nya ialah:

(13.000.000 – 5.000.000) / 5.000.0000 x 100% = 1.6 x 100% = 160%

Jika kita bandingkan dari dua ilustrasi di atas, maka bisa disimpulkan investor A berinvestasi lebih besar sedangkan investor B berinvestasi lebih kecil. Namun, presentasi ROI nya sangat jauh berbeda. Investor B mendapatkan ROI yang jauh lebih besar dari investor A. Bahkan nilainya tiga kali lipat lebih.

Jika melihat kedua ilustrasi di atas, maka investor B memiliki potensi lebih besar untuk mengembangkan investasinya. Namun untuk investor A, potensi pengembangan bisa saja terjadi dengan tetap memastikan untuk memperbaiki metode agar nilai ROI tahun berikutnya akan naik.

ROI menjadi tolak ukur yang sangat penting bagi investor untuk mengembangkan usaha. Jika nilai ROI nya kecil atau minus, maka akan tampak sulit untuk mengembangkan usaha karena modal telah terpakai untuk mengelola investasi.

Check Also

Tips Bekerja dari Rumah Agar Tetap Produktif

WFH atau work from home banyak dilakukan perusahaan-perusahaan sejak merebaknya pandemic Covid-19. Dengan bekerja dari …

Leave a Reply