Mengenal Asuransi Sosial dan Komersial, Apa Saja Bedanya?

Asuransi sosial diatur berdasarkan Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Asuransi sosial menggunakan prinsip gotong royong, dan dilakukan dengan subsidi silang di berbagai kalangan di masyarakat.

Selain asuransi sosial, ada juga asuransi komersial. Apa perbedaan asuransi sosial dan komersial? Sekalipun sama-sama menawarkan produk asuransi dengan jaminan  perlindungan, keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar terutama dalam segi prinsip serta pelaksanaannya.

  1. Perbedaan Asuransi Komersial dan Asuransi Sosial

Perbedaan utama kedua jenis asuransi tersebut adalah pada ketentuannya. Asuransi komersial bersifat sukarela dan berorientasi pada keuntungan. Lain halnya dengan asuransi komersial, asuransi sosial bersifat wajib untuk seluruh masyarakat dan tidak berorientasi profit (keuntungan). Tujuannya bukan untuk mencari keuntungan, melainkan untuk memberikan jaminan perlindungan bagi seluruh masyarakat.

Perbedaan selanjutnya adalah jenis penyakit yang ditanggung. Pada asuransi komersial, tidak semua jenis penyakit bisa ditanggung. Sebaliknya, asuransi sosial menanggung semua penyakit termasuk kanker dan gagal ginjal.

Asuransi sosial yang ada di Indonesia dikelola oleh Negara melalui perusahaan BUMN. Contohnya, untuk asuransi kesehatan ada BPJS Kesehatan. Untuk asuransi tenaga kerja, ada BPJS Ketenagakerjaan. Untuk penisunan, ada TASPEN, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk asuransi komersial biasanya dikelola swasta, contohnya Prudential dan AIA.

  1. Kelebihan Dan Kekurangan Asuransi Sosial

Asuransi sosial memiliki kelebihan dan kekurangan, sama halnya seperti asuransi lain. Apa saja yang menjadi kelebihan serta kekurangan asuransi sosial? Di bawah ini penjelasannya.

Kelebihan utama asuransi sosial adalah nilai preminya yang rendah, sehingga asuransi ini cocok dipilih masyarakat dengan penghaslan rendah agar mereka tak mengalami kerugian finansial yang besar saat tertimpa musibah.

Premi yang dibayarkan setiap bulan sangat ringan, beberapa bahkan disubsidi oleh pemerintah. Contohnya asuransi kesehatan BPJS Kesehatan kelas 3.

Namun bila dibandingkan dengan asuransi komersial, asuransi sosial biasanya memberikan pertanggungan atau jaminan yang nilainya lebih kecil. Contohnya, asuransi PT Jasa Raharja memberikan santunan akibat kecelakaan dengan nominal Rp 50 juta. Sedangkan pihak asuransi swasta atau asuransi komersil biasanya memberikan pertanggungan dengan nominal dua kali lipat.

Jumlahnya bahkan bisa sampai miliaran rupiah. Hal ini tergantung pada paket asuransi yang kamu pilih. Tentunya jika ingin mendapatkan nilai pertanggungan yang lebih besar, kamu juga harus membayar premi yang lebih besar pula.

Mengapa asuransi sosial memberikan perlindungan yang lebih kecil? Hal ini bukan dalam rangka mencari keuntungan, tapi telah disesuaikan sedemikian rupa dengan nilai premi. Dengan nilai pertanggungan tersebut sudah terbilang cukup.

Jika saat ini kamu sedang mempertimbangkan untuk membeli asuransi sosial atau asuransi komersial, silakan pertimbangkan baik-baik berdasarkan kebutuhan dan kemampuanmu ya. Jika dirasa cukup dengan asuransi sosial, maka asuransi jenis ini pun sangat tepat dipilih. Tapi jika kamu merasa butuh manfaat lebih, kamu bisa memilih asuransi komersial.

 

Check Also

Pengertian Asuransi Sosial Serta Ciri-Cirinya

Ada banyak produk asuransi yang bisa kamu manfaatkan untuk melindungi dirimu dari berbagai kemungkinan buruk …

Leave a Reply